Senin, 23 Mei 2011

Bubur Sup Ayam+Tetelan Kaya Rempah

Foto by Mak Lintang

Foto by Mak Lintang
Sebaiknya jangan pernah berjalan jauh apabila perut sedang kosong. Bahaya. Seperti yang aku dan suami alami minggu lalu waktu berada di sebuah daerah Sumber, Cirebon. Jarum jam sudah berada pada angka 8 pagi. Aktivitas pun mulai padat. Berkeliling ke daerah lain dengan kondisi perut yang sedari subuh belum diberi makanan atau minuman apapun nyatanya tidak mengenakan. Semula aku berusaha menahan rasa lapar tersebut tapi lama kelamaan kok jadi makin tidak nyaman.

Waduh gawat. Solusi yang mesti diambil dengan cepat adalah mencari tempat makan. Saat itu yang terlihat adalah warung anteng yang menyediakan bubur ayam dan tetelan. Tidak mau membuang waktu, kami menghentikan sepeda motor yang dikendarai.

Pagi itu warung sempit di pinggir jalan Dewi Sartika No 9, Sumber ramai. Bangku kayu dipenuhi pelanggan bahkan sampai ke belakang warung. Yang tersisa hanya teras dengan tikar yang membentang. Tapi tidak masalah buatku soal itu.

Tak mau buang waktu aku memesan dua porsi bubur ayam. Pesanan yang cukup jelas aku lemparkan pada pedagang bubur, tiba-tiba ia kembali bertanya," Mau pakai tetelan ato gak?"

Hmm..aku sempat diam sejenak sebelum menjawab iya. Sudahlah kufikir sama saja antara bubur ayam tanpa tetelan atau dengan tetelan. Aku pun kembali ke tempat dudukku semula. Sambil menunggu pesanan datang, mataku tidak berhenti memperhatikan sekeliling warung. Dari pengamatan sepertinya tidak ada yang istimewa dari warung ini, kursi, meja semuanya sederhana. Tapi kenapa pengunjungnya ramai. Tanda tanya besar hinggap di benakku.

Sepertinya ada yang istimewa disini. Rasa penasaranku pun makin membuncah. Orang-orang di sekeliling dengan lahap menikmati semangkuk bubur ayam lengkap dengan tetelannya. Bahkan mangkuk mereka bersih tanpa sisa.

Wah, aku jadi tidak sabar ingin mencoba. Tak lama berselang, pesananku tiba. Bubur ayam dengan kuah sup bening yang tersaji dihadapanku saat ini agaknya memang menarik. Ayam suir dengan tetelan sapi yang memenuhi mangkuk sungguh menggoda, serupa dengan aromanya yang menyeruak.

Waktu mencicipi pun tiba. Satu, dua, tiga, bubur dengan kuah bening tanpa campuran sambal dan kecap itu masuk kedalam mulutku. Aku sengaja melakukannya agar tahu rasa asli bubur ini. Dari aromanya yang khas sudah ketahuan bubur ini kaya akan rempah. Benar saja dugaanku, rempah seperti merica, cengkih, kapulaga menyatu serasi dengan tetelan sapi. Inilah yang membuat  bubur terasa gurih, berorama kuat dan istimewa selain juga kelembutan tetelan sapi.

Pantas saja sebagian penikmat tetelan sapi meminta tambahan lagi. Warung anteng yang menjual bubur ayam dan tetelan ini nyatanya tidak saja menjual rasa tapi juga harga. Cukup dengan merogoh kantong sebesar  Rp 10.000 semangkuk bubur ayam lengkap tetelan bisa dicicipi. 

Satu kata  pujian untuk bubur ini Mantap. Bagi penikmat bubur, sayang untuk tidak mencobanya. Sebagai saran kalau bisa jangan datang pukul 9 pagi, dikhawatirkan bubur sudah ludes. 


Tidak ada komentar: