oleh : Maya Dewi Kurnia
Liburan kali ini memang sudah lama dinantikan Susi. Ia bahkan sudah membuat agenda liburan lengkap dengan daerah tujuan wisatanya. Disaat sebagian orang memilih berlibur ke tempat yang lebih tenang dengan pemandangan alam yang bagus seperti Lombok, Bunaken, Susi justru memilih berlibur ke Jakarta. Pilihan itu bukan tanpa sebab karena terkait dengan keuangan. Kebetulan dari tempat tinggal Susi ke Jakarta tidak terlalu jauh butuh waktu sekitar 3 jam, biayanya juga bisa dijangkau. Soal tempat tinggal pun ia tidak perlu bingung lantaran ada sahabat yang siap menampung kedatangannya.
Meski Jakarta dekat dengan tempat tinggalnya tapi Susi baru pertama kesana. Kedatangannya
kali ini adalah yang kedua. Berbagai persiapan ia lakukan tidak terkecuali
menyiapkan obat anti mabok dan kantong plastik. Maklumlah ia acapkali muntah bila
naik kenderaan besar seperti bus.
Tiga jam berlalu akhirnya ia
sampai di ibukota Negara, Jakarta. Lagi ia terpana dengan bangunan mewah yang
menghiasi Jakarta. Telpon selulernya tiba-tiba berdering. Susi mengangkatnya
kemudian berbicara dengan orang diseberang telpon. Ternyata, sahabatnya sedang
memberikan petunjuk jalan menuju kantornya.
Setelah berganti dari
satu bus way ke busway berikutnya, Susi pun sampai di kantor sahabatnya.
Sebuah kantor media ternama di Jakarta. Kantor dengan desain yang
menarik dan kesibukan orang-orang di dalamnya yang sungguh membuat ia terpana.
Lambat ia memperhatikan sekeliling kantor hingga ia tidak mendengar ada orang
menyebut namanya. Suara yang ia hafal betul.
Dari arah belakang,
seseorang menepuk pundaknya dan berkata,” Akhirnya kamu tiba juga disini Sus”. Susi
menoleh, keduanya berpelukan erat. “ Sus, aku kan pulang jam 5, sekarang masih jam
3 sore. Kamu nunggu di lobi aja ya, gimana Sus,” ujar Nita.
Susi mengangguk seolah
mengamini. Sambil membaca majalah ia duduk di sebuah sofa empuk
berwarna abu-abu di lobi kantor. Ia amat menikmati bacaan dan situasi di
sekitarnya. Secangkir teh pun tak luput menjadi temannya.
Saat ia sedang asyik membaca, tiba-tiba ia ingin ke
toilet untuk buang air kecil. Karena buru-buru ia tidak memperhatikan keberadaan air, ember dalam toilet. Setelah usai BAK baru ia sadar dan kebingungan pun mengampirinya. Tapi Susi tidak kehilangan akal. Ia memutar sebuah tombol yang ada pada dinding kloset.
" Aduh," teriaknya kaget. Air menyemprot celana dalamnya. Ternyata dari dalam kloset ada sebuah pipa yang mampu mengeluarkan air bila tombol pada dinding kloset diputar. Fungsinya untuk membersihkan diri usai BAK. Namun karena tidak mengetahui cara pakainya alhasil Susi basah kuyub terutama celana dalamnya. Susi akhirnya melepas celana dalamnya, dan hanya memakai jeans.
Seolah tidak terjadi apa-apa, Susi kembali ke lobi dan melanjutkan aktivitas sebelumnya. Lima menit pertama Susi tidak mengalami masalah, namun lima menit berikutnya, perutnya terasa kembung. Ac yang menyala kencang membuat ia kedinginan. Semua baru teratasi ketika jam pulang kantor tiba, Nita menemaninya membeli celana dalam baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar