Bukan lantaran namanya saja yang membuat menu ini layak mendapat perhatian tetapi juga proses pembuatannya. Apalagi bila memakai oksigen ketika membakarnya. Sungguh sesuatu yang tak lazim. Tapi benarkah demikian?
Jawabannya benar sekali. Usut punya usut alasan paling tepat pemakaian oksigen ternyata mampu membuat nasi goreng tidak berminyak, rendah kolesterol dan lebih sehat. Bukan itu saja citarasanya pun jauh lebih nikmat.
Dikisahkan nasi goreng bakar bertekanan pertama kali muncul di Semarang. Adalah seorang pria asal Malang yang biasa dikenal dengan Mr. Peuncheng yang mempelopori menu unik itu. Peuncheng dalam bahasa Malang berarti kepala miring. Tiga tahun usaha tersebut berjalan, Mr. Peuncheng menjadikannya waralaba. Kini, sekitar 20 warung tersebar di wilayah Indonesia meliputi, Semarang, Jakarta dan lain-lain. Untuk wilayah Sumatera baru ada di Medan lho.
Nah, adapun proses pembuatannya dimulai dari pertama nasi putih yang akan digoreng ditakar lebih dulu dengan menggunakan timbangan. Satu porsinya kira-kira butuh 2 ons nasi. Jumlah itu dianggap ideal karena tidak terlalu banyak dan sesuai dengan porsi manusia pada umumnya. Setelah itu panaskan minyak goreng. Bawang putih yang telah dicincang lebih dulu dimasukkan berikutnya nasi putih. Kemudian masukkanlah bumbu rahasia ala Mr. Peuncheng. Seluruhnya diaduk hingga merata.
Eng ieng waktunya pembakaran dimulai. Salah seorang pria bersiap-siap menghidupkan gas oksigen. Ia mendekat ke arah wajan. Satu, dua, dan tiga api menyala. Dalam hitungan detik nasi goreng pun dibakar dan siap disajikan. Kok cepat prosesnya?
Ya iyalah, kalau terlalu lama membakarnya hasilnya nasi goreng akan menjadi gosong. Dalam ketentuan memasak nasi goreng bakar memang sudah dijelaskan proses membakar harus cepat. Kalau tidak citarasa yang dihasilkan akan lari dari semestinya. Untuk itu diperlukan kehati-hatian, ingat, jangan asal-asalan membakar.
Nasi goreng yang telah selesai dimasak umumnya nih disajikan dengan piring bambu yang dilapisi daun pisang. Trus, cincangan daging kambing, udang dan cumi-cumi diletakkan di atasnya. Sebagai pelengkap diberi juga acar timun dan irisan tomat. Tak lupa irisan cabe merah siap membuat nasi goreng bakar terasa lebih menggelegar. Wuih mantap.
Sebagai teman saat bersantap segelas jus polygami dirasa cocok untuk dinikmati. Jus ini terbuat dari campuran buah segar seperti sirsak, jambu dan susu. Gak heran kalau rasanya 'rame' ada asam dan manis. Saat cuaca panas kayak sekarang, jus ini dijamin mengobati kerongkongan yang kering. So, jangan takut dan berhenti untuk berpetualang di dunia kuliner. Karena ia tidak pernah mati.